OJK Dorong Pemda Terbitkan Obligasi Daerah Percepat Pem

14 Oct 2018 04:02
Tags

Back to list of posts

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dorong Pembiayaan Syariah Untuk Pembangunan Infrastrukstur. Selain itu, meningkatkan peran IKNB dalam pembangunan infrastruktur, khususnya dalam memitigasi risiko yang muncul selama proses pembangunan, masa pemeliharaan, dan penggunaan proyek, dengan mendorong keterlibatan perusahaan penjaminan. Perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaannya masih dinyatakan dalam angka yang sangat sedikit, sehingga pemanfaatan pasar model bagi pembangunan infrastruktur menjadi tidak terlalu dinamis.

Hal ini bisa dilihat dari belanja infrastruktur Indonesia yang mengalami penuruan sejak terjadi krisis ekonomi pada tahun 1988. Adapun rinciannya, satu aturan terkait dengan bidang transaksi dan lembaga efek, tiga aturan terkait bidang emiten dan perusahaan publik, satu aturan terkait pengelolaan investasi, serta satu aturan terkait pasar modal syariah. Peningkatan peran pasar modal dapat dilakukan dengan cara pengembangan produk investasi dengan basis infrastruktur, peningkatan foundation dan akses investor, serta penyederhanaan birokrasi dalam fasilitasi pendanaan infrastruktur oleh swasta.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menilai sekuritisasi yang dilakukan Jasa Marga sebagai bentuk komitmen pasar modal dalam mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur. Kelima, OJK akan menyediakan landasan pengaturan bagi kegiatan Fairness Crowdfunding di pasar modal. Dengan pendanaan pada equitas terdiri dari setoran modal pemegang saham eksisting yaitu Pemprov Jawa barat dan PT Jasa Sarana dan RDPT yang kemudian dilengkapi dengan sindikasi perbankan syariah.
<img class="alignleft" style="float:left;margin-right:10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2iYfmSpbwTk/VmGGnWuyobI/AAAAAAAABH4/vSGwQxIUnzA/s1600/pasar%2Bmodal.png" width="277px" alt="" />

Dijelaskan dalam Direktorat Pengembangan Kelembagaan Prasarana Publik (2010), beberapa cara pemerintah terutama di negara berkembang menarik investor swasta dalam pembangunan dan pengelolaan pelayanan di bidang infrastruktur, menawarkan beberapa kemudahan berupa pemberian hibah (grants), pinjaman lunak (gentle loan) dan jaminan pemerintah (ensures).

Dengan potensi yang ada di Sulawesi Selatan serta dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan akan lebih banyak lagi perusahaan dari Sulawesi Selatan yang dapat mengakses Pasar Modal sebagai sumber pendanaan, sehingga potensi-potensi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dapat dimanfaatkan secara optimum,” kata Nurhaida. Berbagai upaya ditempuh perusahaan untuk dapat memperoleh sumber pembiayaan bagi kelangsungan proyek investasi.

Pada dasarnya, pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjual belikan, baik dalam bentuk utang (obligasi) ataupun modal sendiri. Pendanaan infrastruktur yang berjangka panjang lebih cocok didanai dari pasar modal, seperti penerbitan obligasi atau reksa dana penyertaan terbatas untuk infrastruktur. Peran tersebut harus ditingkatkan utamanya untuk membiayai program infrastruktur yang dalam lima tahun membutuhkan dana hingga Rp5.000 triliun.

OJK akan senantiasa melakukan berbagai inisiatif untuk meningkatkan peran sektor keuangan sebagai sumber pembiayaan penting bagi pembangunan infrastruktur, sekaligus mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional. Ia mengatakan bahwa mendirikan Financial institution Wakaf Mikro dengan skema pembiayaannya tanpa agunan dan bunga pinjaman setara 3 persen serta meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor jasa keuangan melalui pemanfaatan digitalisasi juga merupakan upaya lain yang dilakukan oleh OJK.

PT RIVAN

IIC diharapkan berperan menunjang pasar modal domestik, pembiayaan infrastuktur sekaligus mitra investasi pemerintah serta mitra strategis dari investor internasional yang akan berinvestasi di Indonesia. Siaran pers Kemenkeu, Pasar modal sebagai salah satu sumber yang bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan kebutuhan tersebut perlu lebih ditingkatkan perannya mengingat porsi pembiayaan melalui pasar modal masih relatif kecil dibanding instrumen pembiayan lain di pasar keuangan.

Selain melakukan sosialisasi sejenis di berbagai daerah, OJK juga secara konsisten terus melakukan pendalaman pasar dan penguatan infrastruktur Pasar Modal, dengan cara lebih menyederhanakan lagi proses IPO, pengembangan infrastruktur bagi UMKM untuk go public, dan peluncuran sistem registrasi IPO secara elektronik (e-registration), serta meningkatkan jumlah investor lokal.

Untuk dapat melakukan modernisasi industri dan mempercepat program industrialisasi di Indonesia, maka diperlukan sumber permodalan atau pembiayaan untuk proyek-proyek jangka panjang di sektor-sektor prioritas, termasuk modal atau pembiayaan untuk penyediaan infrastruktur. Pada dasarnya disaat kondisi pasar yang tengah melambat seperti sekarang ini, sejatinya masyarakat bukan menghidari untuk berinvestasi, tetapi saatnya untuk membeli properti, lantaran harganya yang secara umum akan terkoreksi.
<img class="aligncenter" style="display: block;margin-left:auto;margin-right:auto;" src="http://media.bareksa.com/resources/image/2016/04/13054/id_14598357291.png" width="276px" alt="" />

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License