OJK Catat Ada 27 Perusahaan Fintech Antre Dapatkan Izin

20 Jul 2018 06:17
Tags

Back to list of posts

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan ada sebanyak 164 perusahaan financial technology (fintech) berbasis peer to peer lending yang akan terdaftar hingga akhir tahun 2018. Meski demikian, perusahaan-perusahaan tersebut penyedia layanan berbasis Fintech memiliki jaminan kredibilitas karena tidak semua terdaftar secara resmi dan mendapat pengawasan dari lembaga regulator keuangan Indonesia, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan mengkhususkan diri sebagai perusahaan dengan platform Fintech terkemuka di Indonesia, PT Pendanaan Teknologi Nusa menjadi media yang menghubungkan investor dan peminjam modal.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Financial institution 2 OJK , mayoritas fintech yang sudah terdaftar itu berdomisili di Jabodetabek, yakni sebanyak 34 perusahaan. PT Artistic Cellular Adventure adalah salah satu perusahaan yang menciptakan layanan perbankan berbasis Fintech dengan sistem P2P Lending. Bank Umum, Perusahaan Efek, Perusahaan Efek Khusus dan Perusahaan Fintech yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Edi menegaskan, apabila masih terdapat pelaku usaha pergadaian swasta yang belum mendapatkan izin usaha atau terdaftar setelah berakhirnya batas waktu yang ditetapkan, maka OJK akan bekerja sama dengan pihak yang berwajib dan instansi terkait lainnya untuk proses penegakan hukum. Karena itu, Basith meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Polri bekerja sama menertibkan RupiahPlus dan fintech-fintech sejenis yang melakukan hal serupa.
<img class="aligncenter" style="display: block;margin-left:auto;margin-right:auto;" src="http://semarangkota.com/wp-content/uploads/xdesain-baru-materai-tempel-1-april-2015-300x160.jpg.pagespeed.ic.mtfgfUQh6J.jpg" width="266px" alt="" />

Sejalan dengan OJK, TunaiKita mendukung seruan untuk meningkatkan kolaborasi antara perusahaan fintech perbankan dan lembaga keuangan. Tentu akan lebih baik jika Anda membandingkannya dengan perusahaan dan layanan berbasis Fintech serupa. Adapun Fintech Truthful ini diikuti oleh 26 pelaku Fintech, satu mitra teknologi dan satu perusahaan properti dengan tema Fintech Reworking Life.
<img class="alignleft" style="float:left;margin-right:10px;" src="https://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2018/02/Akseleran-Kotak.png" width="261px" alt="" />

Fintech merupakan hasil dari kreativitas pemikiran manusia sekaligus bukti bahwa kemajuan teknologi bisa menyentuh segala aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam aktivitas keuangan. OJK pun terus mendorong angka NPL perusahaan fintech lending agar tidak membengkak. Sasaran perusahaan inilah yang belum banyak dilihat oleh perusahaan berbasis Fintech lainnya. Despite beginning off as a microfinance establishment in 2010, Amartha in the present day has transformed into a FinTech player.

Penyelenggaraan Indonesia Fintech Truthful 2018 ini sejalan dengan goal 75 persen orang dewasa Indonesia yang bisa mengakses keuangan (inklusi keuangan). A) Pemerintah dan DPR harus merevisi UU OJK guna mempertegas peran OJK sebagai pengawas lembaga jasa keuangan offline maupun online. Fintech dapat memacu peningkatan efisiensi di sektor keuangan, menawarkan produk dan layanan yang lebih baik dan lebih tepat sasaran, dan memperdalam penyertaan keuangan di negara berkembang.

Kalau tidak dapat ke perbankan, ya ke fintech. Selain itu, kata dia,&nbsp;fintech&nbsp;dapat menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses ke industri perbankan. PT Amartha Mikro Fintek yang terlah terdaftar dan diawasi OJK merupakan perusahaan TekFin (Teknologi Finansial) Peer-to-peer lending yang memang berkomitmen untuk memberikan akses permodalan untuk perempuan pedesaan.

Bisnis berbasis teknologi finansial (tekfin) atau financial know-how (fintech) kini semakin banyak bermunculan seiring kemajuan teknologi web dan ponsel pintar. Lebih lanjut, Chandra menekankan bahwa analisis kredit merupakan komponen terpenting dari setiap perusahaan fintech peer-to-peer lending. Dengan mendukung pameran ini, TunaiKita ingin membuat masyarakat melek fintech sekaligus tahu lebih banyak tentang jasa yang mereka tawarkan selaku perusahaan papan atas di industri fintech Indonesia.

´╗┐ARTI NAMA RIFAN

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menjelaskan, beberapa waktu lalu ada penghargaan yang diberikan kepada 50 perusahaan di tingkat ASEAN yang dianggap menerapkan good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik, tetapi hanya dua perusahaan asal Indonesia yang meraih penghargaan tersebut. Bahkan, tidak heran jika kelak setiap bank akan mengutamakan untuk mengembangak layanan berbasis Fintech agar tidak kehilangan konsumen.

Sebenarnya, fintech bisa mencakup segala teknologi yang digunakan untuk transaksi keuangan agar lebih mudah dan menghemat biaya dan waktu, termasuk telepon (sebagai media komunikasi) yang sudah lama digunakan. Tapi kebanyakan perusahaan contohnya financial institution yang ingin membuat digital banking atau fintech. Perusahaan&nbsp;fintech bernama AwanTunai&nbsp;bahkan mengklaim hanya butuh waktu 15 menit saja.

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License