Jeda Siang, IHSG Berkurang 9 Poin Mengekor Bursa Asia

21 May 2018 06:13
Tags

Back to list of posts

Jakarta, Rifan Financindo Berjangka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 4 poin mengekor pelemahan bursa-bursa di Asia. IHSG ditutup melemah 0,6 persen atau 39,11 poin ke level 6.505,52 pada akhir perdagangan pekan lalu, setelah sebelumnya dibuka dengan pelemahan 0,82% atau 53,35 poin ke posisi 6.491,29. Sementara itu, saham-saham yang menahan indeks dari pelemahan adalah ANTM, INCO, TARA, dan ASII. Keseluruhan indeks sektoral kompak mengalami koreksi sejalan dengan pelemahan bursa global akibat anjloknya harga minyak dunia yang signifikan.

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan awal tahun ditutup bervariasi cenderung flat ditengah masih melemahnya harga minyak dunia yang kembali terkoreksi 2,6% pada level US$ 52,7 per barrel. Dana asing mulai masuk ke lantai bursa. Pagi ini, seluruh sektor didominasi bergerak di jalur pelemahan dan minim yang berada di jalur penguatan. Sebanyak 98 saham menguat, 167 saham melemah, dan 275 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Akhir pekan lalu IHSG tercatat mengalami pelemahan, mengekor koreksi yang juga terjadi pada mayoritas bursa saham regional. Sementara itu, bursa Eropa ditutup menguat namun dalam kisaran yang terbatas dimana indeks FTSE 100 dan DJ Euro Stoxx masing-masing menguat sebesar 0,5% dan 0,6% ditutup pada level 6.585,5 dan 3.220,9. Pelemahan indeks saham di Negeri Kangguru tersebut disebabkan melemahnya subindeks material sebesar 1,38 persen.

Dari regional, indeks di kawasan Asia Pasifik selulruhnya memerah. Dari regional, hampir seluruh saham di kawasan Asia Pasifik memerah akibat kekhawatiran terhadap langkah the Fed tersebut. Kemarin IHSG rebound 43 poin didorong positifnya bursa global dan regional. Akhir pekan lalu IHSG turun tipis 10 poin mengekor pelemahan bursa Asia. Menutup tahun 2014, bursa saham Wallstreet melemah dilanda sentimen negatif dari terus melemahnya harga minyak dunia.

Obligasi Ritel Indonesia?

IHSG langsung terjun di zona merah sejak pembukaan perdagangan mengekor arus pelemahan bursa regional dan Amerika Serikat. Di sisi lain, lanjut dia, kembali melemahnya bursa saham di kawasan Asia juga turut membuat pelaku pasar menahan transaksi beli yang akhirnya laju IHSG mengalami tekanan. IHSG hari ini kami perkirakan masih akan bergerak dalam tren turun mengekor sentimen negatif bursa global.

Punya Tabungan Rp 200 Juta, Pilih Membeli Rumah Atau Investasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu pagi tercatat berbaris di zona pelemahan. IHSG hari ini diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan di rentang yang terbatas di tengah positifnya bursa global secara keseluruhan.Saham pilihan kami antara lain:LSIP, KIJA, dan CPIN. Untuk itu, investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Sementara itu,investor asing masih menarik dananya dari antai bursa, dengan nilai transaksi jual bersih hingga lebih dari Rp368 miliar di seluruh pasar. Koreksi saham-saham sektoral finansial Uni Eropa juga mengkontribusi koreksi bursa global, antara lain saham HSND Holdings dan Llyods Banking Group. Sebelumnya, bursa Asia rontok pada pembukaan perdagangan hari ini.

Bursa Shanghai ditutup terkoreksi dalam sebesar 7,7% di perdagangan awal pekan akibat 3 perusahaan sekuritas terbesar dihentikan perdagangannya untuk dilakukan investigasi terkait transaksi margin yang beresiko tinggi. Indeks harga saham gabungan (IHSG) pagi ini Selasa 27 Maret 2012 dibuka menguat 16,50 poin setara dengan 0,41% ke 4.031,70, mengikuti indeks regional.

Stimulus ECB juga direspon positif oleh investor global sehingga mendorong penguatan yang signifikan pada bursa AS dan Eropa. Nyaris seluruh indeks utama di bursa saham Asia kompak menghijau, kecual indeks saham Strait Times Singapura yang melemah tipis 0,05 persen. Keterangan Yellen tentang kemungkinan kenaikan suku bunga telah mendorong greenback — nama lain dolar AS — menguat terhadap sekeranjang mata uang utama dan turut memukul mayoritas bursa Asia.
<img class="alignleft" style="float:left;margin-right:10px;" src="https://1.bp.blogspot.com/-KhkUNrKSocg/WhZqqFbdDuI/AAAAAAAABw8/GQRKvsN_gyMPv_sLtRyLdRs3VMJqI_GUACLcBGAs/s200/images%2B%25283%2529.jpg" width="231px" alt="Indeks Kospi Ditutup Melemah, Mengekor Pelemahan Bursa" />

Bursa AS dan Eropa pada perdagangan awal tahun ditutup bervariasi cenderung flat ditengah masih melemahnya harga minyak dunia yang kembali terkoreksi 2,6% pada level US$ 52,7 per barrel. Dana asing mulai masuk ke lantai bursa. Pagi ini, seluruh sektor didominasi bergerak di jalur pelemahan dan minim yang berada di jalur penguatan. Sebanyak 98 saham menguat, 167 saham melemah, dan 275 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Pelemahan IHSG juga mengekor pelemahan di mayoritas bursa saham Asia karena investor bersikap wait and see setelah adanya pesimisme terhadap kemampuan Presiden Donald Trump untuk melaksanakan agenda ekonominya. Pasar saham Jepang jatuh paling dalam mengekor pelemahan pasar saham global. Sementara itu di bursa Indonesia, dari 240 saham yang diperdagangkan sebanyak 52 saham menguat, 136 melemah, dan 52 saham stagnan.

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License