Pertumbuhan Ekonomi Semester I 2018 Capai 5,27 Persen L

11 Nov 2018 04:01
Tags

Back to list of posts

Badan Pusat Statistik (BPS), di Jakarta, Senin, mencatat ekonomi Indonesia di triwulan III-2018 tumbuh sebesar 5,17 persen secara tahunan (year-on-year). Suhariyanto mengemukakan, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan III-2018 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar fifty eight,fifty seven persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatra 21,fifty three persen, Pulau Kalimantan eight,07 persen, Pulau Sulawesi 6,28 persen, dan sisanya 5,55 persen di pulau-pulau lainnya.

Ia menilai pemerintah harus bekerja sangat keras apabila hendak mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun ini. Dengan adanya kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh semua komponen, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,54 persen.
<img class="aligncenter" style="display: block;margin-left:auto;margin-right:auto;" src="http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2017/02/27/664231/PXd38eAZTS.jpg" width="245px" alt="Pertumbuhan Ekonomi RI Di Kuartal III 2018 Capai 5,17" />

RIFAN FINANCE

Sementara itu, kredit CFS Retail meningkat 5 persen menjadi Rp forty four,three triliun per September 2018. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2017 mencapai 5,07 persen atau lebih tinggi dibanding capaian 2016 sebesar 5,03%. Sedangkan faktor lain yang mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga adalah panen raya yang mendorong upah riil buruh tani meningkat akibat THR serta gaji ke-thirteen bagi PNS.

Secara keseluruhan, Suhariyanto menyampaikan, ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2018 (c-to-c) tumbuh 5,17%, meningkat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2017 yang mencapai 5,03%. Pertumbuhan Ekonomi pada angka 5,27 di kuartal ke II pada tahun 2018 merupakan capaian yang paling tertinggi sejak tahun 2014. Sementara pertumbuhan ekonomi lapangan usaha lainnya sebesar 2,fifty one%.

Indeks Nasdaq Composite naik fifty five,93 poin atau 0,72 persen menjadi 7.781,fifty one. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 17,27 persen diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi 7,eleven persen. Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) menilai turunnya peringkat kemudahan berusaha (Ease of Doing Business-EoDB) di Indonesia tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, karena kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningkatan.

Sedangkan dalam perhitungan yang lebih rendah, ekonomi diupayakan dapat tumbuh sebesar 5,2 persen. Sementara, jika dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Jatim tahun 2014 justru industri pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,22 persen. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018 sebesar 5,27 persen.

Kepala BPS K Suhariyanto mengatakan, pada Triwulan II Tahun 2018 itu, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Jasa Lainnya sebesar 9,22 persen, disusul Jasa Perusahaan 8,89 persen, dan Transportasi-Pergudangan sebesar 8,59 persen. Selain itu, rilis knowledge pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 5,02 persen ikut menambah sentimen positif bagi laju IHSG.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,93%. Seluruh sektor membukukan peningkatan pendapatan dan aset, dengan persentase peningkatan pendapatan terbesar dibukukan oleh sektor pertambangan, aneka industri, dan jasa perdagangan dan investasi. Sementara di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp13.086 per dolar Amerika Serikat (AS), atau turun 18 poin (0,14 persen) setelah bergerak di kisaran Rp13.077-Rp13.117.

Menurut dia, kinerja konsumsi perlu jadi perhatian utama karena porsinya hanya menapai fifty five,26 persen atau menurun dibanding kuartal III 2017 yakni fifty five,seventy three persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Jasa Lainnya sebesar 8,ninety five persen, diikuti Jasa Perusahaan 8,54 persen, dan Informasi dan Komunikasi 7,80 persen,” ungkap Suhariyanto. Meski demikian, Andry meyakini pertumbuhan konsumsi walau meningkat, tidak akan mencapai 5 persen.

Suhariyanto menyebutkan, secara umum pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2018 didukung oleh harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional yang mengalami peningkatan. Sekedar diketahui, pada triwulan II 2018, ekonomi Sulsel mencapai 7,38 persen. Kredit korporasi membukukan pertumbuhan kredit yang kuat sebesar 10,four persen menjadi Rp 31,1 triliun per September 2018, terutama dari pembiayaan proyek infrastruktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
<img class="aligncenter" style="display: block;margin-left:auto;margin-right:auto;" src="https://awsimages.detik.net.id/visual/2017/06/17/b02b96b4-7383-4715-8e3e-18b4735e03e2_169.jpg" width="241px" alt="RI Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen, IHSG Turun" />

Comments: 0

Add a New Comment

Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License